Kemenangan Manchester United di kompetisi Europa League atas Ajax Amsterdam tidak hanya membawa klub asal kota Manchester tersebut memenangkan gelar pertama di ajang tersebut namun memiliki banyak dampak bagi klub dan juga mereka yang terlibat di dalamnya. Bagi seorang Jose Mourinho selaku manajer; gelar tersebut menjadi gelar ketiga yang ia raih di tahun pertama sebagai manajer Manchester United. Manchester United meraih tropi Community Shield di awal musim dan memenangkan gelar EFL Cup sebelum memenangkan tropi Europa League di Stockholm. Meski gagal meraih target mengakhiri musim di peringkat 4 besar; namun keberhasilan memenangkan kompetisi kasta kedua antar klub Eropa tersebut membuat Mourinho sukses meraih target yang ditetapkan di awal musim.

 

Keberhasilan Manchester United memenangkan gelar juara Europa League akan memastikan mereka lolos ke fase grup Liga Champions Eropa musim depan meski gagal mengakhiri musim di peringkat 4 besar. Manchester United akan berada di pot 2 saat undian pembagian grup; di bawah para juara liga domestik negara – negara Eropa. Keberhasilan meraih 1 tempat di Liga Champions Eropa musim 2017/18 tidak hanya memberi hadiah uang dalam jumlah cukup besar bagi Manchester United; namun juga memastikan mereka tidak mendapat penalti senilai 23 juta Poundsterling dari kontrak Adidas yang telah disepakati. Kemenangan di ajang Europa League juga akan menempatkan Manchester United berlaga melawan Real Madrid atau Juventus di ajang UEFA Super Cup yang akan berlangsung di Skopje, Macedonio pada tanggal 8 Agustus nanti. Sebuah peluang bagi Mourinho untuk memenangkan tropi sebelum kompetisi musim 2017/18 benar – benar dimulai.

 

Satu hal lain yang tidak kalah penting dari keberhasilan menjadi juara Europa League dan lolos ke Liga Champions Eropa 2017/18 adalah peluang bagi Manchester United untuk merekrut para pemain bintang. Kebanyakan pemain bintang incaran Manchester United hanya mau bergabung dengan klub yang berlaga di Liga Champions Eropa. Tanpa kompetisi tersebut; merekrut Antoine Griezmann, Romelu Lukaku atau Andrea Belotti dapat dikatakan nyaris mustahil. Bertemu Real Madrid atau Juventus di Skopje dengan tambahan beberapa pemain bintang akan menjadi awal musim yang sempurna bagi Manchester United

Nama Alexis Sanchez disebut – sebut menjadi target utama pembelian pemain oleh Bayern Munich di bursa transfer musim panas mendatang. Raksasa Bundesliga tersebut disebut – sebut telah menyiapkan dana 55 juta Poundsterling untuk membawa Alexis Sanchez ke Jerman. Masa depan penyerang internasional Chile tersebut memang belum pasti mengingat ia akan memasuki tahun tarakhir kontraknya di Arsenal pada musim depan. Sanchez telah mencetak 24 gol di semua kompetisi pada musim ini; sebuah situasi yang memungkinkan sang pemain meminta tambahan gaji jika pihak Arsenal ingin memperpanjang kontraknya. Carlo Ancelotti memang diketahui menjadi penggemar seorang Alexis Sanchez; namun persaingan dari Paris Saint Germain, Juventus, Chelsea dan Manchester City sepertinya akan dihadapi Bayern Munich jika ingin merekrut seorang Alexis Sanchez.

 

Kemungkinan seorang Zlatan Ibrahimovic tidak mendapat perpanjangan kontrak di Manchester United sepertinya semakin besar. Terutama setelah beredar kabar Jose Mourinho ingin mendatangkan seorang Sergio Aguero ke Od Trafford. Pep Guardiola sebagai manajer Manchester City dikabarkan kurang puas dengan penampilan Aguero yang tidak dapat diandalkan untuk konsisten mencetak gol dan ingin mendatangkan penyerang baru di bursa transfer musim panas nanti. Pihak Setan Merah disebut – sebut telah menyiabkan dana lebih dari 55 juta Poundsterling untuk mendatangkan penyerang internasional Argentina teresbut ke Old Trafford.

 

Sementara itu Manchester City dikabarkan telah menyiapkan dana 5o juta Poundsterling untuk belanja pemain di posisi bek sayap kiri. Pep Guardiola memang memiliki masalah yang menanti terkait umur para pemain di posisi full back yang terus bertambah. Nama bek kiri Juventus Alex Sandro disebut – sebut sebagai target utama pembelian Manchester City guna meremajakan pemain di posisi full back. Sandro memang terus berkembang semenjak didatangkan Juventus dari FC Porto dua musim lalu. Kini Sandro merupakan salah satu bek kiri terbaik di Serie A dan melepas sang pemain dengan harga dua kali lipat harga pembelian sepertinya menjadi sebuah transaksi yang menguntungkan bagi Juventus. Alex Sandro dibeli Juventus dengan harga 23 juta Poundsterling dari FC Porto dan hanya tawaran dengan harga sangat tinggilah yang sepertinya akan membuat Juventus rela melepas pemain tersebut.

thierrybourcy – Bicara mengenai pemain sepak bola asal benua hitam Afrika, rasanya tidak boleh melewatkan sosok penyerang dari Pantai Gading yang bernama Didier Drogba. Menurut agen Judi Bola, Pemain kelahiran Abijan 11 Maret 1978 ini menjelma menjadi predator ulung di kotak penalti lawan. Semua orang mengenal Drogba sebagai striker hebat yang melesat karir ketika berseragam The blues Chelsea.

Lantas, bagaimana awal kehidupan dan siapa sebenarnya Didier Drogba hingga dia menjadi salah satu penyerang terbaik asal Afrika?  Berikut akan disajikan ulasan mengenai profil pemain bintang ini.

                                                                                   

Jati Diri Drogba

Striker jangkung ini terlahir dengan nama Didier Yves Drogba Tebily. Karir sepak bolanya dimulai ketika umur 5 tahun. Saat itu Didier Drogba dititipkan pada pamannya yang ada di Perancis. Lantas di negara mode inilah langkah awal sepak bola dimulai. Pada usia 18 tahun dia bergabung dengan klub kasta kedua Liga Perancis yaitu Le Mans. Kemampuannya terus berkembang menjadi penyerang profesional.

 

Perjalanan Karir Didier Drogba

                Lepas dari klub pertamanya, Didier Drogba akhirnya memulai karir profesionalnya bersama Guingamp. Tampil selama satu musim, dia berhasil mencetak 17 gol di musim 2003-2004. Melihat potensi yang luar biasa dari Drogba akhirnya di musim berikutnya, dia digaet oleh Olympique Marseille klub papan atas Liga Perancis. Setelah sukses selama 1 musim berbaju Marseille dengan capaian 19 golnya. Drogba sukses mengantar Marseille menjadi runner up Piala UEFA tahun 2004.

Hasil cemerlang yang diraih Didier Drogba bersama Marseille di musim tersebut membuat Chelsea kepincut untuk memboyongnya. Akhirnya di musim kompetisi 2005 dia resmi mendarat di Stamford Bridge dengan mahar senilai 24 juta poundsterlling sekaligus menasbihkan Drogba sebagai pemain Pantai Gading yang paling mahal sepanjang masa.

Di klub barunya Didier Drogba berhasil mempersembahkan trofi juara Liga Primer Inggris di musim perdananya.  Selain itu di musim perdana bersama The Blues, Drogba juga sukses mengawinkan gelar juara liga dengan piala Liga Inggris. Satu yang spesial di laga puncak piala liga ini, Drogba menjadi aktor utama kemenangan Chelsea dengan menyumbang 2 gol kemenangan.

Kebersamaan Didier Drogba bersama Chelsea di tahun berikutnya juga sangat gemilang. Tercatat di tahun 2006 Drogba bersama Chelsea sukses mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Selain itu di level timnas dia juga memiliki catatan spesial di tahun tersebut. Drogba sukses menjadi kapten timnas Pantai Gading sekaligus tercatat sebagai pemain Pantai Gading yang pertama kali sukses melesatkan gol di Piala Dunia.

Di musim kompetisi 2006-2007 Didier Drogba sukses menyabet gelar pemain terbaik Afrika sekaligus memperoleh sepatu emas karena menjadi pemuncak klasemen top skor di liga Inggris. Drogba menjadi pemuncak daftar pencetak gol dengan raihan 20 gol. Selanjutnya Drogba menjadi andalan bagi lini serang Chelsea hingga akhirnya torehan puncaknya terjadi di musim 2009-2010.

Di musim tersebut Chelsea sukses mendapatkan dua gelar sekaligus dalam satu musim berkat gol penentu dari Didier Drogba di laga pamungkas piala FA. Raihan tersebut menasbihkan Drogba sebagai pemain asing sekaligus pencetak gol terbanyak untuk Chelsea sepanjang sejarah. Selain itu Drogba juga mencatat rekor sebagai pencetak gol paling banyak sepanjang masa untuk Timnas Sepak bola Pantai Gading.

Hingga akhirnya kebersamaan Didier Drogba dengan Chelsea terhenti di tahun 2012. Dia hengkang dan memilih bergabung dengan klub Tiongkong yang bernama Shanghai Shenhua selama setahun lantas pindah kembali ke Galatasaray. Hingga akhirnya kembali lagi ke Chelsea di tahun 2014 hingga 2015. Kini meskipun usia tak lagi muda namun Drogba masih aktif bermain untuk Montreal Impact klub MLS.

thierrybourcy.com – Arsenal sedang tak tertekan? Ya, begitulah pertanyaan yang mungkin sedang terpikir di benak banyak orang. Dengan kemerosotan tajam atas pencapaian Arsenal beberapa waktu terakhir, tim sepak bola asal Inggris yang satu ini kerap dijadikan sorotan publik, terutama sang pelatih mereka yang dianggap gagal dalam mengantarkan anak didiknya menuju kemenangan.

Namun, ternyata salah seorang pesepak bola yang membintangi tim tersebut menyatakan bahwa Arsenal sedang tak tertekan. Seperti apakah berita lengkapnya? Berikut adalah ulasan rincinya untuk Anda.

 

Oliver Geroud nyatakan Arsenal tak sedang tertekan

Striker dari salah satu tim sepak bola Inggris yaitu Oliver Geroud menegaskan bahwa ia bersama rekan-rekannya di klub kebanggaannya, Arsenal sedang tak tertekan. Pemain sepak bola berusia 30 tahun menyampaikan hal tersebut karena pihaknya mendapat 4 kali kekalahan dari 5 permainan terakhir pada ajang bergengsi Liga Inggris justru mendapat kritikan tajam.

Kekalahan tersebut hanya mengantarkan posisi tim yang dibela Oliver Geroud dan para rekannya, Arsenal pada posisi ke enam klasmen dengan mengantungi 50 poin. Hasil sekaligus anggapan bahwa Arsenal sedang tak tertekan inilah yang membuat para pendukung meminta agar Arsene Wenger sesegera mungkin diberhentikan dari masa kerjanya di Emirates Stadium.

Hal ini merupakan anggapan bahwa sang pelatih telah gagal mendongkrak performa tim. Tak hanya itu, para pendukung pun dilaporkan tetap menuntut kepada pihak klub agar The Gunners pada musim ini tetap bisa menuntaskan kompetisi di 4 besar dan mereka pun turut berharap di laga yang tersisa, Peter Cech dan para rekan bisa tampil gemilang dan juga menang.

Keadaan seperti ini memang terkesan sulit bagi Arsenal dan juga para pendukung setia mereka. Prestasi Arsenal yang awalnya gemilang perlahan dinilai mengalami kemerosotan. Namun, Oliver Geroud yang sekarang sedang bertugas membela negaranya menegaskan bahwa tim yang dibelanya bersama dengan Peter Cech dan para rekan, Arsenal sedang tak tertekan.

Tak hanya itu, Oliver Geroud memang menyatakan bahwa Arsenal sedang tak tertekan. Lebih dari itu, bahkan sang juru taktik berusia 67 tahun yang sering mendapat kritik dari banyak pihak beberapa waktu terakhir tersebut pun justru meminta agar jika pihak mereka dianggap sedang dalam posisi tertekan, kritikan tersebut diabaikan begitu saja.

Oliver Geroud tak hanya menyatakan bahwa Arsenal sedang tak tertekan. Ia turut menyampaikan pada pihak media bahwa selama 5 tahun belakangan timnya selalu berada pada situasi serupa dan mereka selalu menuntaskannya pada 4 teratas. Menurutnya, Arsenal sedang tak tertekan. Pelatih secara teratur mengatakan agar mereka mengabaikan apa yang ada di luar.

Sementara itu, setelah selesai diprediksi para legenda dan kalangan yang lain bahwa Arsenal tak akan berhasil lolos 4 besar pada musim ini, tim tersebut pun tak akan bisa melaju pada ajang bergengsi Liga Champions.

Pasca kejadian ini, maka mantan pemain Montpellier tersebut pun dilaporkan akan segera mempertimbangkan masa depannya di London Coloney meski telah menandatangani kontrak baru bersama dengan Laurent Koscielny dan Francis Coquelin. Namun, sang pencetak gol tersebut menegaskan bahwa ia sangat bahagia berada pada tim yang dibela olehnya saat ini.

Pemain sepak bola asal Perancis ini mengatakan bahwa memenangkan gelar adalah tujuan dari timnya, namun hal tersebut bukan merupakan faktor yang menentukan kariernya. Ia sangat senang berada di Arsenal.

Koln merupakan salah satu klub sepak bola Jerman yang berada di kota Koln. Klub sepak bola ini  berhasil dibentuk berkat hasil merger dari klub Kolner Ballspier. Klub Klon didirikan pada tahun 1948 dimana markasnya berada di Cologne. Klub yang satu ini juga sering diberi julukan Die Geissbocke “The Billy Goats” yang mengacu pada maskot klub, seekor kambing jantan bernama Hennes.

koln

Beberapa Prestasi Klub Sepak Bola Koln

Klub Klon sendiri nyatanya sudah memiliki beberapa prestasi yang membanggakan didalam persepak bolaan Jerman. Meskipun tim sepak bola Klon ini masih promosi dari 2 Bundesliga, bukan berarti tim tersebut tidak memiliki sejarah  panjang pada Bundesliga. Saat mereka menjuarai Bundesliga, tim sepak bola Koln ini juga pernah meraih double winner. Sungguh prestasi yang sangat fantastik sekali tentunya.

 

Kemenangan Tim Sepak Bola Klon Atas Augsburg

Dalam beberapa tahun terakhir, Koln sempat melahirkan beberapa pemain besar. Salah satunya yakni Lukas Podolski. Setelah era ini rasanya tidak ada nama lain dari Koln yang bermain untuk tim nasional Jerman ini. Rencananya tim sepak bola ini bakalan bertanding dengan tim sepak bola Augsburg. Saat itu tim sepak bola Koln membawa modal yang begitu berharga yakni sebuah hasil kemenangan yang paling membanggakan dari partai pekan yang lalu kemudian kontra Borrusia M’gladbach yang berkesudahan dengan hasil skor 2-1.

Tim sepak bola Koln pada pertandingan terbarunya memang sukses meraih kemenangan 1-2 saat bertanding dengan Monchengladbach pada ajang Bundesliga, sebelumnya tim yang dilatih oleh Peter Stoger menelan kekalahan 1-0 disaat bertanding dengan Frankfurt diajang Bundesliga. Pada 5 pertandingan yang terakhir Koln telah mampu meraih 3 kali kemenangan, dengan menuai 0 kali hasil imbang dan menelan 2 kali kekalahan. Sejauh ini Koln berada pada posisi yang ke 4 pada papan klasemen dengan meraih 21 poin .

Meskipun tim sepak bola Koln ini bakalan menjadi ancaman yang serius untuk tim lawannya. Namun Augsburg tetap saja optimis menghadapi masalah itu karena sudah memiliki catatan yang manis dalam tiga pertemuan yang terakhir belum bisa dikalahkan oleh tim sepak bola Koln. Dengan bekal itulah klub sepak bola Augsburg melangkah lebih mantap dalam menghadapi tanangan yang diajukan oleh Koln. Tim sepak bola Koln ini memiliki ambisi bakalan mempertahankan posisinya pada zona liga champions saat akan menjamu tim tengah yang berupaya untuk bangkit.

Meskipun sempat tertinggal pada babak yang pertama melalui gol Lars Stindl namun dibabak yang kedua mereka mengamuk dan mampu memetik sebuah kemenangan yang begitu dramastis melalui gol Modeste pada menit yang ke 59. Bahkan pada menit yang ke 91 ini menjadi gol kemenangan pada detik-detik yang terakhir dari Marcel Risse. Kemenangan ini merupakan kemenangan yang ketiga dari tim sepak bola ini di lima laga yang terakhir. Kini mereka pun menempati urutan yang keempat klasemen dengan 21 poin.

Tim sepak bola Koln berusaha dengan sekuat tenaga untuk meraih kemenangan didepan para pendukungnya. Sebuah kemenangan memang bisa diraih berkat kerja sama team yang solid. Bukan hanya itu saja tentunya juga berkat pelatihnya yang mampu membuatnya bisa berprestasi. Pastinya tim sepak bola Koln mampu mengalahkan siapapun yang menjadi tim lawannya. Terlebih mereka sudah lumayan banyak mengantongi prestasi yang cukup gemilang. Pastinya banyak prestasi yang bakalan mereka ukir dalam berbagai liga sepak bola.